LOGIKA MATEMATIKA
Apakah itu
logika ? Logika matematika itu merupakan suatu cabang logika dan matematika
yang mengandung kajian matematis logika. Aplikasi kajian ini terdapat pada
bidang-bidang lain diiluar matematika. Logika matematikia berhubungan erat dengan ilmu komputer dan logika filosof,
dengan tema utama kekuatan ekspresif dari logika formal dan kekuatan deduktif
dari sistem pembuktian formal. Selain itu logika matematika sering dibagi
kedalam cabang-cabang dari teori himpunan, teori model, teori rekursi, pembuktian
serta matematika konstruktif.
A.
PERNYATAAN
Dalam logika matematika pernyataan diberi lambing
huruf p,q atau r. Contohnya 9 adalah bilangan ganjil. Pernyataan ini bernilai
benar.
Pernyataan
dibagi dua yaitu:
1. Pernyataan
Tertutup yang merupakan pernyataan yang nilai kebenaran sudah pasti
2. Pernyataan
Terbuka yaitu pernyataan yang nilai kebenarannya belum pasti.
Selain itu terdapat juga Kalimat terbuka yaitu kalimat yang belum mempunyai sifat kebenaran.
Kalimat ini mengandung variabel-variabel. Contohnya A terkenalsebagai kota
hujan. Sedangkan kalimat tertutup
merupakan kalimat yang bias diketahui kebenarannya.
B.
NEGASI
Negasi
juga
disebut sebagai ingkaran/penyangkalan dalam bentuk “Tidak benar bahwa”didepan
pernyataan yang diingkar. Hal ini dilambangkan dengan ~ . .
Katakanlah p bernilai benar, maka ~p
bernilai salah. Begitu juga sebaliknya. Contohnya
o
9
adalah bilangan ganjil
o
9
bukanlah bilangan ganjil
C. PERNYATAAN
MAJEMUK
Pernyataan
ini terbagi 4 yaitu:
1. Konjungsi
Konjungsi
dilambangkan dengan (É…) merupakan pernyataan majemuk dengan kata penghubung
“dan”. Ini akan bernilai jika variabel-variabelnya bernilai benar, dan bernilai
salah jika salah satunya bernilai salah.
Contoh:
P: Jakarta
adalah ibukota Indonsia (Pernyataan bernilai benar).
Q: Jakarta
adalah kota metropolitan (Pernyataan bernilai benar)
p^q :
Jakarta adalah ibukota Indonesia dan kota metropolitan (Pernyataan bernilai
benar )
2.
Disjungsi
Disjungsi dilambangkan (V) merupakan pernyataan majemuk
yang dibentuk dengan cara mengabungkan dua pernyataan tunggal dengan
menggunakan kata penghubung “atau”. Sebuah disjungsi bernilai benar jika salah
satu pernyataan bernilai benar dan bernilai salah jika kedua pernyataan
bernilai salah..
P: Jakarta adalah ibukota Indonsia (Pernyataan bernilai
benar).
Q: Jakarta adalah kota pelajar (Pernyataan bernilai salah)
pVq : Jakarta adalah ibukota Indonesia dan kota pelajar
(Pernyataan bernilai benar )
3.
Implikasi
Implikasi
merupakan dua pernyataan p dan q yang dinyatakan dalam bentuk kalimat “jika p maka
q). Ini dilambangkan dengan p -> q.
Contoh :
P : Atha rajin belajar (Pernyataan
bernilai benar)
Q : Atha lulus dengan nilai gemilang
(Pernyataan bernilai benar)
p->q: Jika Atha rajin belajar,
maka Atha lulus dengan nilai gemilang (Pernyataan bernilai benar)
4.
Biimplikasi
Biimplikasi
adalah pernyataan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat “……jika dan hanya jika
“. Ini dinotasikan dengan p<-> q, doibaca “p jika dan hanya jika q”
Contoh :
P : 1+1 = 2 (Pernyataan bernilai
benar)
Q : 2 adalah bilangan ganjil
(Pernyataan bernilai salah)
p<->q: 1+1 = 2 Jika dan hanya
jika 2 adalah bilangan ganjil (Pernyataan bernilai salah)
Komentar
Posting Komentar